1.
Air
Susu Ibu
(ASI)
a. Pengertisn
Air Susu Ibu (ASI)
Air
Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam laruan protein, laktosa dan
garam-garam anorganik yang disekresikan oleh kelenjar mammae ibu, berguna
sebagai makanan bayi yang diproduksi oleh manusia untuk konsumsi bayi dan
merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat. Keseimbangan
zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan air susunya
memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi yang masih muda. Pada saat yang
sama, ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan
sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf (Anik Maryunani, 2012).
b. Asi
Eksklusif
ASI
Eksklusif yaitu pemberian ASI sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa
jadwal dan tidak diberi makanan lain, walau pun air putih, sampai bayi berumur
6 bulan (Rukiyah Aiyeyeh, 2011).
ASI
eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja tanpa tambahan cairan lain seperti
susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa tambahan makanan padat
seperti pisang, pepaya, bubuk susu, biskuit, bubur nasi dan tim (Utami Roesli,
2005).
Untuk
mencapai ASI eksklusif, WHO dan UNICEF merekomendasikan metode tiga langkah.
Yang pertama adalah menyusui segera setelah melahirkan. Yang kedua tidak
memberikan makanan tambahan apa pun pada bayi. Dan yang ketiga, menyusui
sesering dan sebanyak yang diinginkan bayi. Dengan tiga langkah tersebut,
diharapkan tujuan menyusi secara eksklusif dapat tercapai (Suryopryogo, 2009).
c. Manfaat
Pemberian ASI
1) Manfaat
ASI untuk bayi :
ASI
merupakan sumber makanan yang mengandung nutrisi yang lengkap untuk bayi. Serta
dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi karena mengandung berbagai zat
antibody sehingga akan jarang sakit. Dengan menyusui maka akan terjalin rasa
kasih sayang antara ibu dan bayi.Sebagai makanan tunggal untuk memenuhi semua
kebutuhan pertumbuhan bayi sampai usia 6 bulan. Menunjang
perkembangan motorik sehingga akan lebih cepat bisa berjalan (Yetti
Anggraini,2010).
2) Manfaat
ASI untuk ibu
a) Membantu
ibu memulihkan diri dari proses persalinannya.
b) Membantu
kontraksi rahim lebih cepat dan memperlambat perdarahan.
c) Ibu
yang menyusi kecil kemungkinan menjadi hamil dalam 6 bulan pertama sesudah
melahirkan (kadar prolaktin yang tinggi menekan hormone FSH (folikel
stimulating hormone) dan
ovulasi).
d) Ibu
dapat mencurahkan kasih sayang sepenuhnya pada bayi dan membuat bayi merasa
nyaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar