CARA
MENYUSUI YANG BENAR
Dalam
masa kehamilan selain perawatan payudara dan pemenuhan gizi serta persiapan
psikologi hendaknya disiapkan agar ibu memiliki rasa percaya diri dan siap
untuk menyusui bila bayi telah lahir. Cara menyusui sangat mempengaruhi
kenyamanan bayi menghisap air susu. Oleh karena itu diusahakan agar ibu dapat
menyusui dengan baik dan benar.
A. Posisi Menyusui yang Benar
Ada 4
posisi bayi yang benar yaitu :
1. Seluruh badan tersangga dengan baik,
jangan hanya leher dan bahunya saja.
2. Kepala dan tubuh bayi lurus adalah apabila
telinga dan lengan berada dalm satu garis lurus.
3. Badan bayi menghadap kedada ibu.
4. Badan bayi menempel pada badan ibu.
B. Tanda Bayi Menyusu Dengan Benar
Tanda
bayi menyusu dengan benar yaitu :
1. Bayi tampak tenang dan puas.
2. Bayi akan tertidur dengan nyenyak.
C. Akibat Bayi Menyusu Tidak Benar
1. Putting susu menjadi luka dan sakit.
2. Bayi menolak untuk menyusu.
3. Produksi ASI berkurang bahkan berhenti
karena rangsangan hisap berkurang akibat ibu mengurangi frekuensi menetek
karena rasa sakit saat meneteki.
D. Cara Menyusui yang Benar :
1. Klien duduk dengan santai dan nyaman.
2. Mengoleskan sedilit ASI pada utting susu
dan areola sekitarnya.
3. Bayi diletakkan menghadap perut klien atau
payudara.
4. Bayi dipegang dengan satu lengan, kepala
bayi terletak pada lengkung siku ibu dan bokong bayi terletak pada lengan.
5. Satu tangan bayi diletakkan dibelakang
badan ibu dan yang satu di depan.
6. Perut bayi menempel badan ibu, kepala bayi
menghadap payudara.
7. Telinga dan tangan bayi terletak pada satu
garis lurus.
8. Ibu menatap bayi dengan kasih sayang.
9. Payudara dipegang dengan ibu jari diatas
dan jari yang lain menompang dibawah jangan menekan putting susu atau areolanya
saja.
10. Bayi biberi rangsangan untuk membuka mulut
dengan cara menyentuh pipi bayi dengan putting susu atau menyentuh sisi mulut
bayi.
11. Setelah bayi membuka mulut dengan cepat
kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dengan putting serta areola dimasukkan
kemulut bayi.
12. Usahan sebagain besar areola dapat masuk
kedalam mulut bayi.
13. Setelah bayi mulai menghisap payudara
tidak perlu dipegang atau disangga lagi.
14. Susui bayi sampai kenyang bergantian pada
payudara kanan dan kiri.
15. Melepaskan hisapan bayi dengan cara jari
kelingking dimasukkan ke mulut bayi melalui sudut mulut tau dengan cara dagu
bayi ditekan ke bawah.
16. Setelah selesai menyusui, ASI dikeluarkan
sedikit kemudian dioleskan pada putting susu dan areola sekitarnya. Biarkan
kering dengan sendirinya.
17. Menyendakan bayi dengan cara bayi
digendong tegak denga bersandar pada bahu ibu kemudian punggung ditepuk dengan
perlahan. Atau dengan cara bayi tidur tengkurap dipangkuan ibu, kemudian
punggungnya ditepuk perlahan-lahan.
18. Selalukan menyusukan bayi pada kedua
payudara secra bergabtian.
19. bayi disusui tanpa terjadwal.
20. Bayi sehat dapat mengosongkan payudara
sekitar 5-7 menit.
21. ASI dalam lambung bayi akan kosong dalam 2
jam.
22. pada awalnya bayi menyusu dengan terjadwal
yang tidak teratur, dan akan mempunyai pola tertentu setelah 1-2 minggu
kemudian.
E. Masalah dalam Laktasi
1. Puttimg Susu Nyeri/ Lecet
Penyebab : kesalahan dalam teknik menyusui,
pemakain zar iritan.
2. Payudara Bengkak (Engorgement)
Penyebab :
ASI tidak disusu secara adekuat, pemakain BH yang ketat, putting yang tidak
bersih.
3. Saluran Ssu tersumbat
Penyebab :
Tekanan jari ibu pada saat menyusui, pemakain BH yang ketat, komplikasi
payudara bengkak.
4. Mastitis (peradangan payudara)
Penyebab :
payudra bengkak, tidak disusu secara adekuat, putting lecet, diit jelek, kurang
istirahat, pemakain BH yang menompang.
5. Abses
Tidak ada komentar:
Posting Komentar