Sabtu, 02 April 2016

cara menyusui yang benar



CARA MENYUSUI YANG BENAR

      Dalam masa kehamilan selain perawatan payudara dan pemenuhan gizi serta persiapan psikologi hendaknya disiapkan agar ibu memiliki rasa percaya diri dan siap untuk menyusui bila bayi telah lahir. Cara menyusui sangat mempengaruhi kenyamanan bayi menghisap air susu. Oleh karena itu diusahakan agar ibu dapat menyusui dengan baik dan benar.
A.    Posisi Menyusui yang Benar
Ada 4 posisi bayi yang benar yaitu :
1.      Seluruh badan tersangga dengan baik, jangan hanya leher dan bahunya saja.
2.      Kepala dan tubuh bayi lurus adalah apabila telinga dan lengan berada dalm satu garis lurus.
3.      Badan bayi menghadap kedada ibu.
4.      Badan bayi menempel pada badan ibu.

B.     Tanda Bayi Menyusu Dengan Benar
Tanda bayi menyusu dengan benar yaitu :
1.      Bayi tampak tenang dan puas.
2.      Bayi akan tertidur dengan nyenyak.

C.     Akibat Bayi Menyusu Tidak Benar
1.      Putting susu menjadi luka dan sakit.
2.      Bayi menolak untuk menyusu.
3.      Produksi ASI berkurang bahkan berhenti karena rangsangan hisap berkurang akibat ibu mengurangi frekuensi menetek karena rasa sakit saat meneteki.

D.    Cara Menyusui yang Benar :
1.      Klien duduk dengan santai dan nyaman.
2.      Mengoleskan sedilit ASI pada utting susu dan areola sekitarnya.
3.      Bayi diletakkan menghadap perut klien atau payudara.
4.      Bayi dipegang dengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lengkung siku ibu dan bokong bayi terletak pada lengan.
5.      Satu tangan bayi diletakkan dibelakang badan ibu dan yang satu di depan.
6.      Perut bayi menempel badan ibu, kepala bayi menghadap payudara.
7.      Telinga dan tangan bayi terletak pada satu garis lurus.
8.      Ibu menatap bayi dengan kasih sayang.
9.      Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menompang dibawah jangan menekan putting susu atau areolanya saja.
10.  Bayi biberi rangsangan untuk membuka mulut dengan cara menyentuh pipi bayi dengan putting susu atau menyentuh sisi mulut bayi.
11.  Setelah bayi membuka mulut dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dengan putting serta areola dimasukkan kemulut bayi.
12.  Usahan sebagain besar areola dapat masuk kedalam mulut bayi.
13.  Setelah bayi mulai menghisap payudara tidak perlu dipegang atau disangga lagi.
14.  Susui bayi sampai kenyang bergantian pada payudara kanan dan kiri.
15.  Melepaskan hisapan bayi dengan cara jari kelingking dimasukkan ke mulut bayi melalui sudut mulut tau dengan cara dagu bayi ditekan ke bawah.
16.  Setelah selesai menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada putting susu dan areola sekitarnya. Biarkan kering dengan sendirinya.
17.  Menyendakan bayi dengan cara bayi digendong tegak denga bersandar pada bahu ibu kemudian punggung ditepuk dengan perlahan. Atau dengan cara bayi tidur tengkurap dipangkuan ibu, kemudian punggungnya ditepuk perlahan-lahan.
18.  Selalukan menyusukan bayi pada kedua payudara secra bergabtian.
19.  bayi disusui tanpa terjadwal.
20.  Bayi sehat dapat mengosongkan payudara sekitar 5-7 menit.
21.  ASI dalam lambung bayi akan kosong dalam 2 jam.
22.  pada awalnya bayi menyusu dengan terjadwal yang tidak teratur, dan akan mempunyai pola tertentu setelah 1-2 minggu kemudian.

E.     Masalah dalam Laktasi
1.      Puttimg Susu Nyeri/ Lecet
Penyebab         : kesalahan dalam teknik menyusui, pemakain zar iritan.
2.      Payudara Bengkak (Engorgement)
Penyebab         : ASI tidak disusu secara adekuat, pemakain BH yang ketat, putting yang tidak bersih.
3.      Saluran Ssu tersumbat
Penyebab         : Tekanan jari ibu pada saat menyusui, pemakain BH yang ketat, komplikasi payudara bengkak.
4.      Mastitis (peradangan payudara)
Penyebab         : payudra bengkak, tidak disusu secara adekuat, putting lecet, diit jelek, kurang istirahat, pemakain BH yang menompang.
5.      Abses

Tidak ada komentar:

Posting Komentar